Teks TeksTeksTeksTeks

Kumpulan Contoh SOP Perusahaan

Paket Kumpulan Contoh SOP Perusahaan, tinggal Copy Paste dan disesuaikan dengan jenis perusahaan Anda.

Kumpulan Contoh SOP Untuk RESTO

Kumpulan Contoh Standard Operating Procedure Perusahaan Untuk Rumah Makan/Resto. Lengkap Edisi NEW Updated.

Paket Contoh SOP HRD - GA

Paket SOP HRD - GA, Updated dan Lebih Lengkap, Dilengkapi Formulir dan Kontrak Kerja Karyawan.

Kumpulan Contoh Job Description

Paket Kumpulan contoh Job Descriotion, dibuat sesuai standard untuk keperluan Perusahaan Anda.

Kumpulan Contoh SOP dan JobDesc Perusahaan

Paket Kumpulan Contoh SOP dan JobDesc Perusahaan, penting dan cocok untuk Perusahaan Anda.

Monday, December 8, 2014

SOP/Prosedur Penjualan Barang

Sop Prosedur Penjualan Barang
Untuk membuat Prosedur Penjualan Barang kepada Pelanggan yang harus diperhatikan adalah Format Narasi Penyusunan SOP atau Prosedur  Penjualan Barang tersebut.
Adapun untuk memberikan gambaran maka bisa kami berikan contoh bahwa Narasi Prosedur Penjualan Barang terdiri dari:

1. UNIT KERJA TERKAIT
Unit terkait terdiri dari:
  • 1. Bagian Sales
  • 2. Bagian Gudang 
  • 3. Bagian Keuangan

2. TUJUAN
Prosedur ini merupakan pedoman dalam proses penjualan barang kepada pelanggan

3. RUANG LINGKUP
Prosedur ini mencakup aktivitas proses penjualan barang kepada pelanggan

4. REFRENSI
Terdiri dari:
  • 1. Peraturan Perusahaan yang berlaku
  • 2. Pedoman ISO 9001:2008

5. DOKUMEN TERKAIT
  • 1. Purchase Order 
  • 2. Sales Order 
  • 3. Bukti Pembayaran dari Pelanggan 
  • 4. Delivery Order 
  • 5. Tanda Terima Barang 
  • 6. Database Stok Barang 
  • 7. Surat Pemberitahuan Stok Barang Tidak Tersedia

6. DEFINISI
  • 1. Pelanggan adalah pembeli produk, baik atas nama individu maupun atas nama organisasi/perusahaan
  • 2. Purchase Order (PO) adalah surat pemesanan barang dari Pelanggan yang berisi detail barang yang akan dipesan. PO juga berfungsi sebagai salah satu bukti transaksi keuangan.
  • 3. Sales Order (SO) adalah dokumen yang merekam pesanan barang dari Pelanggan. SO juga digunakan untuk menyampaikan kebijakan Perusahaan kepada Pelanggan, termasuk diantaranya adalah cara pembayaran pesanan.
  • 4. Delivery Order (DO) adalah dokumen yang berfungsi sebagai surat untuk mengeluarkan barang dari gudang sekaligus sebagai surat pengantar barang kepada Pelanggan.
  • 5. Tanda Terima Barang adalah dokumen yang menyatakan Pelanggan sudah menerima barang yang dikirimkan.

7. PROSEDUR
  • 1. Pelanggan memberikan Purchase Order berisi jenis barang yang ingin dibeli.
  • 2. Bagian Sales menerima permintaan pelanggan dan meneruskannya ke Bagian Gudang.
  • 3. Bagian Gudang memeriksa apakah barang tersebut masih ada stoknya. Apabila masih ada stok barang, Bagian Gudang meneruskan kepada Bagian Sales untuk membuat Sales Order kepada Pelanggan (langkah 5). Apabila stok barang tidak ada, Bagian Gudang meneruskan kepada Bagian Sales untuk membuat surat pemberitahuan tidak ada stok barang (langkah 4).
  • 4. Bagian Sales menyampaikan surat pemberitahuan tidak ada stok barang kepada Pelanggan.
  • 5. Bagian Sales menyampaikan Sales Order dan cara pembayaran kepada Pelanggan.
  • 6. Pelanggan membayar pembelian Barang melalui transfer atau kartu kredit.
  • 7. Bagian Keuangan mengkonfirmasi pembayaran Pelanggan. Apabila pembayaran terkonfirmasi, Bagian Keuangan meneruskan informasi ke Bagian Gudang untuk mengirimkan barang (langkah 9). Apabila pembayaran tidak terkonfirmasi, Bagian Keuangan meneruskan informasi ke Bagian Sales untuk mengkonfirmasikan ulang pembayaran kepada Pelanggan (langkah 8).
  • 8. Bagian Sales mengkonfirmasikan ulang pembayaran kepada Pelanggan.
  • 9. Bagian Gudang mengirimkan barang kepada Pelanggan
  • 10. Pelanggan menerima barang dan menandatangani Tanda Terima Barang.

8. INDIKATOR UKURAN KEBERHASILAN
Indikator Keberhasilan terdiri dari:
  • 1. Barang yang dikirimkan kepada pelanggan sesuai spesifikasi yang disampaikan dalam Purchase Order
  • 2. Tidak ada komplain dari Pelanggan

9. LAMPIRAN
  • 1. Diagram Alir Prosedur Penjualan Barang
  • 2. Format Sales Order
  • 3. Format Delivery Order
  • 4. Format Tanda Terima Barang
  • 5. Format Database Stok Barang
Anda bisa dapatkan Prosedur Penjualan Barang jika Anda pesan/Order SOP Marketing. Detailnya di Sini!





Sunday, November 30, 2014

Langkah-langkah Perijinan Perumahan untuk Developer Property

Berikut adalah langkah-langkah dari awal pengurusan perizinan (IMB) bagi Developer Property yang akan membangun perumahan.
1.    Memastikan tanah yang akan dikelola sebagai perumahan berada pada jalur yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang Kota ( RTRK) agar tidak kesulitan untuk ijin pemanfaatan tanahnya.

2.    Melakukan pengecekan RTRK, apakah daerah tersebut nantinya diperuntukkan untuk apa, untuk
pemukiman, industri atau memang jalur hijau.

3.    Apabila ternyata daerah tersebut direncanakan sebagai pemukiman maka kita bisa lanjutkan untuk rencana mengembangkan perumahan.

4.    Lanjut ke langkah berikutnya, adalah mengurus perijinan pada Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda).

5.    Pengurusan ijin untuk Advice Planning, yaitu ijin kesesuaian antara Site Plan pengembangan perumahan dan tata ruang di daerah tersebut.

6.    Mesiapkan dan melampirkan syarat wajib antara lain:
a.    proposal ijin pemanfaatan ruang, yang berisi segala sesuatu yang berkaitan dengan perencanaan lokasi tersebut,
b.    juga dilampiri sertifikat tanah, apabila tanah itu masih atas nama orang lain dilampiri surat kuasa bermeterai cukup untuk mengurus perijinan tersebut.
c.    Gambar perencanaan lahan (Site Plan) sudah pasti harus ada.

7.    Memastikan keluar produk dari ijin ini adalah Gambar Rekomendasi Advice Planning yang berisi garis besar aturan untuk pembangunan.
Misal: garis pagar harus berapa meter dari jalan, garis muka bangunan harus berapa meter dari jalan dan masih banyak yang lainnya.

8.    Produk perijinan lainnya yang dihasilkan dari langkah ini adalah Ijin Prinsip atau Surat Keputusan yang disetujui oleh kepala daerah Bupati atau Walikota. Biasanya lebih dari 5 rumah sudah dianggap sebagai sebuah perumahan.

9.     Pengecekan sertifikat tanah di Badan Pertanahan Negara (BPN).
Pertama kita cek sertifikat apakah sudah sesuai dengan fisiknya, minta pada petugas untuk cek ulang patok pembatasnya apakah sudah sesuai dengan luasan yang ada pada sertifikat.
Setelah itu sesuaikan sertifikat dengan syarat dan kebutuhan yang akan digunakan untuk pengembangan perumahan, misal apakah tanah itu harus digabung sertifikatnya karena sebelumnya terdiri dari sejumlah sertifikat hak milik.

10.    Pastikan status yang dipersyaratkan untuk lahan tersebut, harus Hak Guna Bangunan (HGB).
a.    Tanah tersebut atas nama PT (perusahaan) atau mungkin boleh langsung dipecah kavling atas nama Pribadi.
b.    Seandainya memang diperbolehkan dipecah kavling atas nama Pribadi, hal tersebut sangat memudahkan pengurusan dan menghemat anggaran untuk retribusi pajak dan perijinan.
c.    Kalaupun memang harus berstatus HGB langkah awalnya adalah penurunan status dari SHM ke HGB tetapi masih atas nama Pribadi, kemudian dari HGB atas nama Pribadi diubah menjadi HGB atas nama PT/ Perusahaan.

11.    Tanyakan pada BPN setempat untuk detail tiap proses perijinannya sampai proses selesai.

12.    Masih di kantor BPN, mencari Ijin Perubahan Penggunaan Tanah. Ini sebagai syarat nanti kita melangkah untuk pengajuan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).

13.    Mengurus  ijin AMDAL (analisa mengenai dampak lingkungan) atau  ijin UKL/UPL ( upaya pengelolaan lingkungan hidup dan upaya pemanfaatan lingkungan hidup ) ke kantor KLH (Kementrian Lingkungna Hidup). Proses ini awalnya kita diharuskan cek kadar air tanah pada lokasi. Setelah itu kita membuat proposal tentang plus minus dan dampak yang akan terjadi pada proyek yang akan kita kembangkan.

14.    Produk perijinan ini adalah surat rekomendasi dari kantor KLH yang nantinya dilampirkan juga sebagai pengajuan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).

15.    Mengurus IMB  ke kantor Perijinan Terpadu atau kantor Perijinan Satu. Bersamaan dengan pengajuan IMB, kita mengurus pengesahan Siteplan Perumahan (zoning).

16.    Setelah itu langkah terakhirnya adalah IMB. Syarat pengajuan IMB ini adalah akumulasi dari perijinan-perijinan yang telah dikerjakan sebelumnya,ditambah dengan  :
a.    Gambar kerja Rumah yang akan dibangun.
b.    Surat pernyataan Tetangga yang disyahkan tetangga kanan kiri depan belakang, RT/RW, Kelurahan, Kecamatan.
c.    Surat Pernyataan bertanggung jawab terhadap semua kegiatan yang dilakukan dan segala yang ditimbulkan.
d.    Copy Status Tanah.
e.    Copy KTP penanggung jawab.
f.    Copy lunas PBB.

17.    Kalau semua syarat sudah dilampirkan kita tinggal menunggu hasilnya keluar dan membayar retribusi yang nilainya sesuai dengan luas tanah dan bangunannya.

Wednesday, November 5, 2014

Paket Contoh SOP Toko Retail Modern 2014 Updated

Contoh SOP Toko Retail
Toko retail bersistem (ber-SOP) selalu lebih unggul di bandingkan toko konvensional. Siapapun yang memiliki usaha pasti ingin selalu memenangkan persaingan. Jadi, pertanyaannya: Apakah bersaing itu sulit?
Lihat saja kehadiran minimarket atau supermarket yang dalam sekejap mata dapat bisa menarik para konsumen untuk berbelanja dan membuat mereka lupa terhadap toko kelontong langganannya. Apa Rahasia Mereka????!
Rahasianya adalah pada Keunggulan SOP mereka. Anda bisa bersaing dengan mereka apabila mempunyai SOP nya. Tunggu Apa lagi!!!
 Kami menyediakan untuk Anda paket contoh SOP Toko Retail, paket Premium dengan investasi yang sangat kecil dibanding jika Anda membuat sendiri atau memakai jasa Konsultan bernilai puluhan sampai ratusan juta.

Paket SOP Toko Retail Modern 2014 Updated berisi antara lain:
1. Profile Perusahaan
2.Struktur Organisasi
3.Job Description
4.Uraian Alur Kerja (SOP) :
-SOP  Buka Toko
-SOP Terima Barang
-SOP Imput Stok Barang
-SOP Stok Opname
-SOP Kebersihan Toko
-SOP Layanan Customer
-SOP Kasir/Penjualan
- SOP Laporan Penjualan
-SOP Tutup Toko
5.Flow chart masing-masing SOP
6.Standard Penataan Barang dan Peralatan Toko
7.Standard Desain Gedung dan Warna Cat Toko
8.Standard Pemilihan Lokasi
9.Standard Logo dan Papan Nama
10.Standard Peralatan dan Peralatan Toko
11.Standard Seragam Crew Toko

Jumlah 20 halaman + Bonus Job Description SDM Toko lengkap.
Ebook/File dalam bentuk Dokumen Word dan PDF sebagai arsip. Langsung bisa diaplikasikan, tinggal copy paste dan diedit sesuaikan dengan Toko Anda.

Berminat hubungi:
Hp.  0812 3966 2099
PIN BB: 26081324

Contoh SOP Toko RetailContoh SOP Toko Retail
Contoh SOP Toko RetailContoh SOP Toko Retail

Lihat Daftar Paket SOP di sini!!!


Friday, October 31, 2014

SOP Pengadaan Bahan Baku

Standard Operating Procedure (SOP) atau Prosedur Pengadaan Bahan Baku untuk perusahaan Industri yang mengelola bahan baku menjadi bahan jadi ditujukan untuk memastikan bahwa bahan baku yang diperoleh dari Proses pengadaan selalu memenuhi persyaratan mutu dan delivery time yang telah  ditetapkan. Selain itu  juga  menetapkan  tanggung  jawab  bagi  setiap pihak  yang terlibat dalam proses pengadaan.

Dalam penyusunan SOP Pengadaan Bahan ini meliputi : Tujuan pembuatan SOP, Ruang lingkup, Definisi, Rincian Prosedur atau  langkah tiap bagian.

 Untuk gambaran contohnya bisa diliat di image bawah ini:

*LIHAT DAFTAR PAKET SOP DI SINI

Berminat hubungi:
Hp.  0812 3966 2099
PIN BB: 26081324



Thursday, October 30, 2014

SOP Pelayanan Restoran dan Prosedur Membuat Resep Makanan

SOP (Standard Operating Procedure) bagi perusahaan Rumah Makan, Cafe atau Restoran sangat penting untuk menjamin standarisasi Pelayanan atau penyajian dan Mutu atau kualitas dalam Menu makanan yang ditawarkan.
Sebagaimana waralaba-waralaba asing seperti KFC dan McDonald dengan Sistem atau SOP nya yang baik menjadikan mereka terdepan di bidang kuliner Modern sampai saat ini.

Prosedur Pelayanan Pelanggan Restoran sangat penting memuat mulai dari Penyambutan pelanggan, Mencatat pesanan, menerima pembayaran sampai prosedur membuat resep makanan dan proses memasaknya.

Berikut contoh Prosedur Pelayanan Pelanggan, dengan dilengkapi dengan Prosedur Membuat Nasi Goreng, Resep dan Prosedure Pecel lele. Untuk SOP Membuat Nasi Goreng, Resep dan Prosedure Pecel lele Kami buat mulai dari Penyiapan bahan (resep), Penyiapan Peralatan masak, Cara memasak, dan cara penyajian.

Detail tentang SOP Resto Modern di SINI.
Silakan lihat SOP-SOP yang telah kami buat di SINI.

SOP Resto, SOP Rumah Makan, SOP Cafe, SOP WaralabaSOP Resto, SOP Rumah Makan, SOP Cafe, SOP Waralaba


SOP Resto, SOP Rumah Makan, SOP Cafe, SOP WaralabaSOP Resto, SOP Rumah Makan, SOP Cafe, SOP Waralaba


Thursday, October 16, 2014

Contoh Key Performance Indicators (KPI) Perusahaan | NEW UPDATE

Paket contoh Paket Key Performance Indicators (KPI), NEW UPDATE terdiri dari yang lama + Tambahan contoh KPI baru berdasarkan Job Desc, yaitu sebagai berikut:

1. JobDesc dan KPI untuk Kepala Pengembangan Usaha
2. JobDesc dan KPI untuk Divisi Keuangan dan Umum
3. JobDesc dan KPI untuk Divisi Manajemen Resiko  dan Klaim
4. JobDesc dan KPI untuk Divisi Penjaminan
5. JobDesc dan KPI untuk Kabag SDM dan Umum
6. JobDesc dan KPI untuk Staff Akntansi
7. JobDesc dan KPI untuk Staff Keuangan
8. JobDesc dan KPI untuk Sekretaris Direksi
9. JobDesc dan KPI untuk Staff Hukum
10. JobDesc dan KPI untuk Staff IT
11. JobDesc dan KPI untuk Staff Umum

Masing tersebut sudah memuat Uraian JobDesc, Output (hasil akhir), Customer, Measurement, Target, KPI. Dan satu materi detail cara penyusunan KPI pendekatan BSC (BALANCE SCORECARD) dalam bentuk Power Point.


Hanya Rp. 500.000,- (Lima Ratus Ribu Rupiah)

Ditambah lagi dengan banyak contoh sebagai berikut:
I . PENGUKURAN KAPASITAS PERUSAHAAN (43 halaman)

1. Aspek Hukum dan Legal Formal
a. Legalitas Oprasional
b. Hukum/Legal

2. Aspek Aspirasi Organisasi
a. Visi, Misi dan Tujuan Perusahaan
b. Rencana Strategis
c. Manajemen Kinerja
d. Manajemen Pengetahuan

3. Aspek Tata Laksana
a. Pengambilan Keputusan
b. Kepemimpinan
c. Pertanggungjawaban
d. Struktur Organisasi
e. Budaya Organisasi


4. Aspek Sistem dan Infrastruktur Organisasi
a. Sistem dan Prosedur
b. Infrastruktur Teknologi
c. Infrastruktur Fisik

5. Aspek Marketing (Fundrising)
a. Marketing
b. Evaluasi Marketing

6. Aspek Administrasi
a. Pembagian dan Pengarahan Kerja
b. Sistem Informasi
c. Personalia

7. Pengelolaan Keuangan
a. Perencanaan Keuangan
b. Pertanggunjawaban

8. Aspek Program
a. Perencanaan
b. Pelaksanaan
c. Evaluasi Program

9. Aspek Legitimasi
a. Legitimasi Sosial
b. Catatan

II. KPI ASMEN

III. KPI Untuk Corporate KPI HRD

IV. Menyusun KPI

Thursday, September 11, 2014

Magnet Gerobak Kuliner Modern

Tak dipungkiri lagi bahwa Design Gerobak yang menarik dan 'eye catching' dapat menyedot perhatian pelanggan untuk segera mencicipi Produk Kuliner Anda.

Tentu Anda yang bergerak di Bisnis Kuliner sangat membutuhkan Design Gerobak yang cantik dan menarik.

Tidaklah rugi jika Anda meinvestasikan sedikit dana untuk Mendesign dan Membuat Gerobak menarik dan khas untuk meningkatkan Omzet penjualan Anda.

Kami mempunyai Puluhan contoh-contoh Gerobak cantik dan menarik, yang sering dipakai dalam bisnis Kuliner yang sebagian besar sudah di Franchise kan. Tentu akan menginspirasi Anda.

Minat bisa kunjungi di www.contohsop.com

Salam Sukses!!!







Friday, August 22, 2014

CONTOH FORMULIR HRD, KONTRAK KERJA, SURAT LEGAL dan PERIZINAN

Paket Kumpulan CONTOH FORMULIR HRD, KONTRAK KERJA, SURAT LEGAL dan PERIZINAN, terdiri dari sebagai berikut:

1. FORMULIR HRD GA
   a. Data Personalia
   b. Form Permintaan Tenaga Kerja
   c. Form Meninggalkan Kerja
   d. Form Job Desc
   e. From Permohonan Cuti
   f. Form Tunjangan Kesehatan
   g. Lamaran Peserta
   h. Pendaftaran Perusahaan
   i. Surat Perintah Lembur
   j. Rekrutmen
   k. Lamaran Kerja
   l. Cuti
   m. Perjalanan Dinas
   o. Absensi
   p. Payroll
   q. SK Pengangkatan
   r. SK PHK
  s. Penawaran Kerja
  t. Pengakatan Karyawan Tetap
  u. dll

2. FORMULIR PERSONALIA
   a. Form Iin Meninggalkan Pekerjaan
   b. Form Job Desc
   c. Form Lembur
   d. Form Pengajuan SDM Baru
   e. Pengajuan Promosi dan Mutasi
   f. Permohonan Cuti
   g. TuUnjangan Kesehatan
   h. Formulir Cuti
   i. Formulir Perjalanan Dinas
   j. SK Pengangkatan Karyawan
   k. SK Pengankatan Karyawan Tetap
   l. SK PHK.

3. CONTOH SURAT PERIJINAN
   a. Prosedur Pendaftaran Usaha
   b. Perjanjian Sewa
   c. Kesepakatan Serikat Kerja
   d. Permohonan PT
   e. SPK Franchise
   f. SPK
   g. Keluan Pelanggan
   h. Izin Usaha Merger
   i. Permohonan Praktik
   j. Pendaftaran Perseroaan
   k. Perizinan Lembaga Penyiaran
   l. Izin Usaha Kontruksi
   m. Izin Prinsip
   n. dll

4. FORMULIR LAIN-LAIN

5. SURAT-SURAT LEGAL
a. Contoh Macam-macam Surat Perjanjian
1. Contoh  Surat Berita Acara RUPS
2. Contoh  Surat Kesepakatan Pelunasan Hutang
3. Contoh  Surat Kesepakatan Penegasan Berakhirnya Perjanjian
4. Contoh  Surat Kesepakatan Perdamaian
5. Contoh  Surat Perjanjian Fotografer
6. Contoh  Surat Perjanjuan Keagenan Tanah dan Bangunan
7. Contoh  Surat Perjanjian Pemasaran Barang
8. Contoh  Surat Perjanjuan Peminjaman Uang
9. Contoh  Surat Perjanjian Perkawinan
10. Contoh  Surat Perjanjian Sewa Rumah Untuk Kost
11. Contoh  Surat Kesepakatan Pengakhiran Perjanjian
12. Contoh  Surat Kerjaama Jasa Perta Perkawinan
13. Contoh  Surat Kesepakatan Perdamaian
14. Contoh  Surat Perjanjian Jual Beli Barang Retail
15. Contoh  Surat Perjanjian Pemasangan Iklan
16. Contoh  Surat Perjanjian Waralaba (Franchise)
17. Contoh  Surat Perjanjian Pengunaan Lagu

b. Contoh Macam-macam Surat Kuasa:
1. Contoh Kuasa Mengambil Barang
2. Contoh Kuasa Penandatanganan Akta Pendirian PT
3. Contoh Kuasa Lelang
4. Contoh Kuasa Manager Artis
5. Contoh Kuasa Menghadiri Rapat RUPS
6. Contoh Kuasa Mewakili dalam Sidang
7. Contoh Kuasa Hubungan Tenaga Kerja
8. Contoh Kuasa Subtitusi
9. Contoh Kuasa Melakukan Pembayaran
10. Contoh Kuasa Mengambil Hononarium
11. Contoh Surat Pencabutan Kuasa
12. Contoh Surat Wasiat


5. CONTOH DOKUMEN PERIJINAN (bentuk sertifikat dll dalam photo/gambar)

*******
Berminat dapat menghubungi:
Alim Mahdi
Telp. 0361- 431417  
Hp.  0812 3966 2099 PIN BB: 26081324 

Lihat DAFTAR PAKE SOP DI SINI!

Mengapa Usaha Biasa Selalu Kalah Bersaing dengan Usaha Bersistem?


Usaha bersistem adalah usaha yang telah memiliki standard pengoperasian perusahaan yang disebut Standard Operating Prosedere (SOP).

Jika kita perhatikan akhir-akhir ini, disekitar rumah kita bermunculan usaha-usaha baru yang terlihat lebih profesional. Tempat usahanya terlihat lebih bersih, rapi, harum dan nyaman untuk dikunjungi, serta sistem transaksinya sangat singkat.

Usaha-usaha baru ini disatu sisi disayang masyarakat konsumen, karena memanjakan konsumen, namun disisi lain dibenci pemilik usaha biasa dan pemerintah setempat yang cara berpikirnya ketinggalan jaman karena dianggap menggusur eksistensi pengusaha kecil. Benarkah demikian?

Anda pasti menemukan jawabannya. Bahwa karena usaha mereka memakai SOP (Standard Operating Procedure).

Kemudian apakah Anda tahu apa yang dimaksud USAHA BIASA?, dan apa USAHA BERSISTEM? Apa Keunggulan dan Kelemahannya masing-masing?.

Mari  bergabung facebook bersama halaman kami Komunitas Usaha Sadar SOP di : https://www.facebook.com/contohsop